5 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor dan Indie


Hai, lama tak jumpa (baca: lama banget nget). Semoga kita semua selalu sehat baik jiwa maupun raga di kala pandemi seperti ini.


Mari kita awali kembali blog ini dengan sebuah kolaborasi antara saya dan Thessalivia si penulis Nikah Muda yang sebentar lagi bakal nerbitin buku di sebuah penerbit mayor (Asyiik, pantau terus blognya).



Nah, setelah Thessa membagikan pengalaman cihuy-nya mengenai 5 hal yang harus diperhatikan dalam menerbitkan buku di penerbit indie  (cuss diklik), kali ini saya ingin share mengenai 5 hal yang harus diperhatikan dalam menerbitkan buku di penerbit mayor. Selain kualitas naskah kamu harus OK, ada hal-hal lain yang kadang terlewat tapi menentukan. Ini dia:


1. Survei penerbit

Naskah kamu tentunya harus masuk ke penerbit yang tepat. Jangan sampai kamu nulisnya romance, tapi dikirim ke penerbit spesialis peternakan :p. Untuk itulah survei penerbit diperlukan sebab masing-masing penerbit punya napas yang berbeda. Coba cek medsos penerbit incaranmu, lihat buku-buku yang mereka terbitkan. Kalau ada dana, kamu bisa beli beberapa bukunya dan bandingkan dengan naskahmu saat ini (buku Ori lho, jangan bajakan). Survei lapangan juga diperlukan. Kamu bisa pergi ke toko buku, cek penerbit yang punya kesamaan warna dengan naskahmu. Oya, survei lapangan ini juga penting untuk meninjau aspek di luar genre, misal: bagaimana penempatan buku di rak? nyempil? ngumpet? Atau strategis untuk menggaet pembaca.


2. Patuhi persyaratan dan ketentuan

Setiap penerbit punya cara mengirimkan dan format penulisan naskah yang berbeda. Kamu bisa cek persyaratan tersebut di medsos atau website mereka. Selanjutnya, syarat-syarat tersebut hukumnya wajib untuk dipatuhi plek-plekan. Enggak usah terlalu kreatif. Jika disyaraktan sinopsis 1 halaman, jangan kirim 5 halaman. Jika disuruh ngirim via email, jangan ngirim hardcopy via pos. Jika font yang disyaratkan adalah times new roman, jangan coba-coba nulis pakai font aksara jawa. Sudah, tahan hasrat terlalu kreatif dan patuhi saja ketentuannya


3. Kirim naskahmu dengan cara yang baik

Dulu, kebanyakan penerbit minta penulis untuk mengirimkan hardcopy via pos. Sekarang, sepertinya rata-rata mereka meminta lewat email. Via pos maupun email, ini yang saya tekankan: kirimlah naskahmu dengan cara yang baik. Jangan ujug-ujug ngirim amplop berisi naskah doang tanpa surat pengantar. Jangan mengirim email kosong yang hanya berisi lampiran naskahmu. Sapa mereka, perkenalkan dirimu, jelaskan singkat mengenai naskahmu di body email / surat pengantar (jika lewat pos), dan jangan lupa ucapkan terima kasih di akhir.


4. Jangan kirim naskah ke beberapa penerbit secara  bersamaan

Ya, itu etika yang berlaku. Jangan mengirim naskah ke beberapa penerbit secara bersamaan. Kirimkan ke satu penerbit terlebih dahulu, jika ditolak, baru dikirim ke penerbit lain. Bayangkan jika kamu ngirim ke tiga penerbit sekaligus dan tiga-tiganya diterima? Udah pusing, nama kamu di mata mereka jadi jelek lagi. 


5. Menunggu dengan riang

Setelah berhasil mengirimkan naskah, kini saatnya menunggu dengan riang. Lupakan kalau dirimu udah ngirim ke penerbit dan beralih ke penulisan naskah selanjutnya (kalau ada), atau refreshing suka-suka. Jangan teror penerbit dengan mengirimkan email setiap minggu, menanyakan kabar naskahmu, ntar penerbit bisa ilfil! Setiap penerbit punya jangka waktu evaluasi naskah, biasanya sekitar 3 sampai 6 bulan. Ya kalau kamu emang gatel banget pengin nanyain, bisa hubungi mereka setelah lebih dari tiga bulan sejak pengiriman naskah, tentunya dengan bahasa yang baik dan sopan.



Oke, itu tadi lima poin penting yang bisa saya share. Kalau nanti saya nemu poin lain, bakal saya update deh! Semoga berguna buat teman-teman semua. Semangat nulisnya yaaa!!! *sekaligus menyemangati diri*


Jangan lupa share jika berfaedah yaaa. ^_^




Post a Comment

7 Comments

  1. Waah terima kasih informasinya, Bi ^^ Lengkap ya, lima hal yg harus diperhatikannya. Mulai dari survey penerbit samapai gimana cara kirim naskah yang baik ke penerbit mayor.

    Amiin, doakan rencana terbit di penerbit mayor ini berjalan lancar yaa. Hehehe.. :D
    Btw, jadi penasaran, dari semua buku Abi, mana yang paling lama prsesnya dari sejak ngirim naskah pertama kali sampai akhirnya terbit? Berapa bulan waktu itu?

    Oiya, terima kasih buat kolab yang seru iniii :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa ternyata seru kolabnya, banyak2in ya Thess!Hahaha
      Ga sabar mau baca buku terbaru kamu hehehe.

      Jadi, semua naskahku cukup cepet itungannya, Thess. Sejak ngirim naskah sampai cetak terbit sekitar 2-3 bulan. Mungkin ada faktor pasar juga, karena saat itu komedi lagi kenceng-kencengnya. Hehe

      Delete
  2. Cool! Ternyata kalau dilihat dengan seksama, step by step-nya nggak terlalu sulit ya, mas 😁 Yang paling penting memang harus super duper sabar hahahaha which is menurut saya ini yang paling susah 🙈

    Terus bicara soal font, jadi mengingatkan saya akan teman saya jaman sekolah (bertahun-tahun silam) yang pernah bercita-cita jadi penulis, dan dia mengirimkan tulisannya (saat itu masih pakai hardcopy -- belum jaman email) dengan font COMIC SANS 😆

    Mungkin itu jadi salah satu alasan, naskahnya ditolak. Hehehe. Soalnya dulu susah katanya cari info persyaratan sebuah naskah yang baik dan benar seperti apa. Jadi hanya bermodalkan naluri saja 😂 Semoga teman-teman yang membaca post ini dan tertarik menerbitkan karya di penerbit mayor, bisa tercerahkan 😁

    Terima kasih insight-nya 🥳

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung.

      Betul, Kak. Enggak terlalu sulit, hanya butuh kesabaran saja hehe. Tentang persyaratan, memang dulu (tahun 2007) waktu buku pertama saya terbit, memang cukup susah mencari persyaratan, bahkan saya nelpon mereka satu-satu. Hehe... sekarang, syukurlah tiap penerbit secara gamblang memberi info persyaratannya.

      Delete
  3. Haloo mas Dimas, salam kenal nih.
    Waah aku baru tau ya ternyata Mbak Thessa bentar lagi bakal nerbitin buku di penerbit Mayor. Untuk buku Nikah Muda, aku udah punya dong di rumah hiiihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga. Pantau terus blognya Thessa ya haha

      Delete
  4. Halo Mas, saya udah pernah baca bukumu yang Detektif Sekolah sama Idolku Cantik loooh :D
    keren yaa bisa tembus penerbit bukune hehehe

    saya dulu pernah tuh ngirim naskah ke penerbit bukune, alhamdulillah dapet kabar naskahnya ditolak setelah dua tahun berlalu :D

    Buku saya waktu itu udah terbit dengan penerbit lain :D

    ReplyDelete