Menulis Thriller untuk Lomba Novel Thriller GWP

Hi, semua! Apa kabar? semoga sehat-sehat selalu. 

Jadi, kali ini saya mau ngenalin naskah terbaru yang lagi saya garap. Ini dia, jreng-jreng!

Blurb:

Mimpi buruk itu diawali dari ledakan yang mengakibatkan tewasnya seorang pensiunan petinggi polisi. Lalu, satu demi satu oknum polisi lain menjemput ajalnya. 


Kematian mereka bukan tanpa alasan. Mereka adalah rangkaian dari masa lalu kelam sebuah nama: Rika Magnolia. 


Adakah yang mampu menghentikannya?


Panggilan Kematian Rika Magnolia (PKRM) adalah naskah thriller perdana saya. Memang, selama ini saya lebih sering nulis cerita berunsur komedi. Hingga suatu hari, IG Gramedia Writing Project (GWP) dan Fiksi Gramedia Pustaka Utama (GPU) ngerilis pengumuman lomba novel thriller. Jiwa saya langsung bergejolak. Biasanya saya enggak gitu tertarik jika ada lomba thriller, tapi kenapa kali ini semangat saya menggebu? Apa jangan-jangan ada mafia di balik kelangkaan minyak goreng? Hahaha... maap.


Saya suka baca cerita thriller dan misteri kriminal. Saya juga suka nonton film/series thriller. Jadi, secara referensi lumayan ada lah. Tapi untuk menulis, saya belum pernah sama sekali. Naskah misteri terakhir yang saya tulis adalah "Detektif Sekolah: Mengacak Jejak Perisak", itu pun isinya banyolan doang hahaha. Saya coba cek naskah-naskah yang ikutan di website-nya GWP, isinya suhu-suhu semua cuy! Bahkan suhunya suhu seperti Mbak Ruwi Meita juga ikutan, alamakjang! Ada hawa-hawa insecure yang muncul. Belum lagi syarat naskahnya minimal 50rb kata. Ya ampun, selama ini naskah saya berkisar 30ribuan kata. 50 ribu kata mau cerita apaan ya?

Tapi, saya lalu mikir, kalau enggak sekarang, kapan lagi mencoba hal baru? Lagian dengan adanya suhu-suhu yang ikutan, saya juga bisa ikut kenal dan belajar, ye kan? Ikut lomba tuh just for fun, targetnya adalah naskah selesai. Karena, punya tabungan naskah itu keuntungan loh! Walhasil, ya udah saya tekadkan diri untuk ikutan. Menang kalah mah enggak usah dipikir, yang penting bisa tetep salto tanpa beban. (Lah, ngapain juga salto?)

Selama proses menulis, saya menghadapi beberapa tantangan nih:
  1. Nulis thriller butuh nguras otak banget, apalagi kalau mengangkat tema investigasi kriminal. Kita harus bisa nyari petunjuk, mastiin logikanya jalan, enggak ada plot hole, dan tentu saja plot twist. Bikin gondrong, Men! Tapi seru.
  2. Tensi harus terus terjaga. Sekali kendor bisa berabe. Nah, sejauh ini kayanya saya punya masalah di situ.
  3. Risetnya kudu kenceng. Suhu-suhu thriller tuh jago banget memaparkan detail-detail penting. Nah, dari mana datangnya detail-detail itu? ya dari riset. Untuk riset sendiri, saya ngerasa cukup ngos-ngosan.
Saya percaya, setiap tantangan pasti menyajikan pembelajaran. Yah, anggep aja main game.

Posisi terakhir, PKRM udah sampai Bab 7. Monggo yang mau baca bisa klik tautan di bawah:


Sampai jumpa! Terima kasih sudah berkenan membaca ya! Doakan naskah ini bisa selesai.😆


Post a Comment

0 Comments